Ads 468x60px

Senin, 28 Februari 2011

PERMENDIKNAS TENTANG SNP

PERMENDIKNAS TENTANG SNP 

 
1. Permen No. 22 Tahun 2006 : Tentang Standar Isi (SI) 
2. Permen No. 23 Tahun 2006: Tentang SKL 
3. Permen No. 24 Tahun 2006 : Tentang Pelaksanaan SI & SKL 
Photo4. Permen No. 12 Tahun 2007 : Tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah 
5. Permen No. 13 Tahun 2007 : Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah 
6. Permen No. 6 Tahun 2007 : Tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 7. 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 
8. Permen No. 16 Tahun 2007 : Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru 
9. Permen No. 17 Tahun 2007 : Tentang UN Pendidikan Kesetaraan Tahun 2007 
10. Permen No. 18 Tahun 2007 : Tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan 
11. Permen No. 19 Tahun 2007 : Standar Pengelolaan Pendidikan 
12. Permen No. 27 Tahun 2007 : Tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran Yang Memenuhi Syarat Kelayakan Untuk Digunakan Dalam Proses Pembelajaran 
13. Permen No. 20 Tahun 2007 : Tentang Standar Penilaian Pendidikan 
14. Permen No. 22 Tahun 2007 : Tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran Yang Memenuhi Syarat Kelayakan Untuk Digunakan Dalam Proses Pembelajaran 
15. Permen No. 24 Tahun 2007 : Tentang Standar Sarana & Prasarana Pendidikan

Kamis, 22 Juli 2010

DAFTAR PELAJARAN TPTU SMKN 1CIMAHI


TINGKAT 1
1.Gambar Teknik I
2Teknik Digital
3.Pekerjaan Mekanik Refrigerasi
4.Pengoperasian Sistem Refrigerasi
5.Pemasangan Instalasi Dasar Listrik
6.Peralatan dan Bahan Refrigerasi

TINGKAT 2
1.Gambar Teknik II
2.Pemograman
3.Perakitan Sistem Refrigerasi
4.Pengaturan Sistem Refrigerasi
5.Perencanaan Sistem Ducting
6.Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem Refrigerasi

TINGKAT 3
1.Perencanaan Cold Storage
2.Micro Controller
3.Kelistrikan Sistem Tata Udara
4.Perakitan Sistem Tata Udara
5.Pengaturan Sistem Tata udara
6.Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem Tata Udara

TINGKAT 4
1.Menggambar Merencana Sistem Refrigerasi
2.Perencanaan Sistem Refrigerasi
3.Perencanaan Sistem Tata Udara
4.Perencanaan Kelistrikan Motor 3 Phasa
5.Pemeliharaan & Perbaikan Sistem Tata Udara
6.Praktek Kerja Industri

TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PENDINGIN & TATA UDARA

Mengoperasikan dan melayani Pabrik Es Komersial, Cold Storage untuk sayuran, Cold Storage untuk daging, ikan dan udang, Cold Storage untuk Transportasi Darat dan untuk Transportasi Laut
Merawat dan memperbaiki peralatan Udara Ventilasi, Kompresor Mesin Pendingin, Alat Penukar Kalor, Mesin Listrik Teknik Pendingin, Mesin Pabrik Es, Cold Storage untuk berbagai keperluan, Tata Udara Industri, dan Mesin Pendingin Mobil Pribadi
Membangun Pabrik Es, Cold Storage untuk berbagai keperluan, Ruang retail, Tata Udara Central, dan Tata Udara ruang Bersih
Memasang Mesin Tata Udara Domestik, dan Mesin Tata Udara Mobil
Merencana Instalasi pemipaan Refrijeran Primer dan sekunder, instalasi lorong udara, Pabrik Es Komersial, Cold Storage, ruang Retail, Tata Udara industri, Tata Udara Central, dan Ruang Bersih (clean room)

Kamis, 18 Februari 2010

Permasalahan dan Pemecahanya ac type split dan ac window

Permasalahan dan Pemecahanya.
bagaimana mengatasi masalah – masalah yang biasa kita jumpai di mesin pendingin AC anda ?
1. AC mati semua unit tidak berfungsi sama sekali.
Permasalahan dan penyelesaianya
Periksa terminal yang menguhubungkan dengan listrik PLN. Hal ini terjadi biasanya terjadi karena tidak ada arus.
1. Unit beroperasi tapi tidak dingin
Permasalahan dan penyelesaianya
Periksa kompresor, ada kemungkinan kompresor macet atau bisa saja dari kontaktor, capasitor ataupun bimetal yang mengatur kerja kompresor.
1. Terjadi bunga es pada Evaporator
Permasalahan dan penyelesaianya
Hal ini baiasanya terjadi karena banyak hal antara lain :
•Evaporator kotor, pemecahanya bersihkan dari kotoran dan lumut – lumut
•Saringan Buntu Atau Kotor, pemecahan permasalahanya adalah bersihkan dengan air bertekanan sampai tidak ada lagi kotoran yang menempel
•Kurang Freon, biasanya hal ini terjadi karena terjadi kebocoran saat instalasi.
Pemecahanya :
Cari dengan menggunakan air sabun dengan jalan mengusap atau pada bagian – bagian yang rawan bocor, misalkan sambungan. Jika terjadi gelembung – gelembung sabaun maka disitu lah summer masalahnya. Maka kencangkan kembali sambungan tersebut atau kalau perlu sambung ulang kemba

Cara perawatan AC

Apabila Air Conditioning (AC) ingin bekerja optimal sehingga kualitas kesejukannya maksimal. Pastikan seluruh komponen AC selalu dalam perawatan. AC yang bersih menjadikan seluruh sistem kerjanya berjalan lancar. Tak ada lagi hambatan sirkulasi udara. Kerja komponen AC, seperti kompresor, tak lagi berat. AC pun bisa bertahan lama. Maka perawatan berkala wajib dilakukan
Cara merawat Outdoor Unit
Ada dua proses pembersihan AC, yaitu “Kecil” dilakukan untuk unit bagian dalam (indoor), misalnya filter dan penutup AC, dan yang “Besar” mencakup komponen Indoor (evaporator-nya) dan bagian luar (outdoor). Pembersihan kecil bisa dilakukan sesering mungkin, misalnya dua minggu. Pembersihan besar cukup dilakukan tiga bulan sekali.
Alat dan Bahan yang diperlukan untuk melakukan perawatan:
a.Alumunium cleaner (Applied)
b. Kuas
c. Obeng Kembang
d. Tang kombinasi
e. Selotip
f. Plastik
g. selang air
h. Ember
i. Kain lap
j. Sprayer
Langkah-langkah Pengerjaan:
1. Buka penutup dengan melepas setiap baut pengunci. Lalu siapkan cairan pembersih alumunium dan campur dengan air, perbandingan 1:1.
2. Oleskan cairan pembersih menggunakan kuas, mengikuti arah kisi-kisi alumunium. Kemudian tunggu lima menit sampai terlihat debu-debunya terangkat.
3. Siram elemen tersebut dengan air bertekanan. Keringkan sebelum dipasang.
Cara merawat AC (Indoor unit )
Cara merawat AC (Indoor unit )
Apabila Air Conditioning (AC) ingin bekerja optimal sehingga kualitas kesejukannya maksimal. Pastikan seluruh komponen AC selalu dalam perawatan. AC yang bersih menjadikan seluruh sistem kerjanya berjalan lancar. Tak ada lagi hambatan sirkulasi udara. Kerja komponen AC, seperti kompresor, tak lagi berat. AC pun bisa bertahan lama. Maka perawatan berkala wajib dilakukan. Ada dua proses pembersihan AC, yaitu “Kecil” dilakukan untuk unit bagian dalam (indoor), misalnya filter dan penutup AC, dan yang “Besar” mencakup komponen Indoor (evaporator-nya) dan bagian luar (outdoor). Pembersihan kecil bisa dilakukan sesering mungkin, misalnya dua minggu. Pembersihan besar cukup dilakukan tiga bulan sekali.
Alat dan Bahan yang diperlukan untuk melakukan perawatan:
a. Alumunium cleaner (Applied)
b. Kuas
c. Obeng Kembang
d. Tang kombinasi
e. Selotip
f. Plastik
g. selang air
h. Ember
i. Kain lap
j. Sprayer.
Langkah-langkah Pengerjaan
1. Buka seluruh penutup Indoor unit, dengan cara melepaskan baut penutup, menekan pengancing, lantas menarik penutupnya.
2. siapkan plastik pelindung untuk melapisi bagian sisi unit. Lapisan ini untuk melindungi panel kontrol AC dan tidak mengotori dinding.
3. Siapkan cairan pembersih elemen alumunium AC. Campurkan dengan air-perbandingan air Applied 1:1. Oleskan cairan dengan kuas searah elemen kisi-kisi evaporator
4. Biarkan lima menit agar cairan bekerja maksimal sewaktu mengangkat debu karat, Semprot dengan air tekanan, Caranya dengan menutup sebagian ujung selang dengan ibu jari atau menggunakan sprayer sampai tak terlihat busa.
5. Untuk bagian blower tersiram air, semprot air sambil memutar-metarnya dengan jari agar semua bagian blower tersiram bersih. lalu lubang pembuangan dibersihkan dengan pipet yang di tiup-tiup.
6. Keringkan unit indoor sebelum dipasang kembali.
Pemeriksaan dan Perawatan Rutin
Berikut ini penulis berikan cara pemeriksaan :
Bagian indoor unit
1. Kontrol dan bersihakn saringan udara apabila saringan tersebut kotor penuh debu ataupun lumut
2. Pemeriksaan kedudukan terhadap dinding, jangan sampai kendor ataupun miring, jika miring ada resiko kebocoran karena air tidak mengalir ke saluran pembuangan.
3. Perksa terminal rangkaian, biasanya apabila terlalu lama menyala ACnya terminal akan panas dan meleleh sangat beresiko terjadinya hubungan arus pendek
Bagian Outdoor unit
1. Periksa Hight preasure dan Low Preasure, jika tekanan semakin hari semakin berkurang ada kemungkinan terjadi kebocoran pada instalasi pipa.
2. Periksa arus, sesuaikan dengan standarnya.
3. Periksa kisi –kisi, usahakan jangan sampai penuh dengan debu atau kotoran

Refrigeran ( Freoan)

Siklus refrigerasi kompresi mengambil keuntungan dari kenyataan bahwa fluida yang bertekanan tinggi pada suhu tertentu cenderung menjadi lebih dingin jika dibiarkan mengembang. Jika perubahan tekanan cukup tinggi, maka gas yang ditekan akan menjadi lebih panas daripada sumber dingin diluar (contoh udara diluar) dan gas yang mengembang akan menjadi lebih dingin daripada suhu dingin yang dikehendaki. Dalam kasus ini, fluida digunakan untuk mendinginkan lingkungan bersuhu rendah dan membuang panas ke lingkungan yang bersuhu tinggi.
Siklus refrigerasi kompresi uap memiliki dua keuntungan. Pertama, sejumlah besar energi panas diperlukan untuk merubah cairan menjadi uap, dan oleh karena itu banyak panas yang dapat dibuang dari ruang yang disejukkan. Kedua, sifat-sifat isothermal penguapan membolehkan pengambilan panas tanpa menaikan suhu fluida kerja ke suhu berapapun didinginkan. Hal ini berarti bahwa laju perpindahan panas menjadi tinggi, sebab semakin dekat suhu fluida kerja mendekati suhu sekitarnya akan semakin rendah laju perpindahan panasnya.
•. Cairan refrigeran dalam evaporator menyerap panas dari sekitarnya, biasanya udara, air atau cairan proses lain. Selama proses ini cairan merubah bentuknya dari cair menjadi gas, dan pada keluaran evaporator gas ini diberi pemanasan berlebih/ superheated gas.
•. Uap yang diberi panas berlebih masuk menuju kompresor dimana tekanannya dinaikkan. Suhu juga akan meningkat, sebab bagian energi yang menuju proses kompresi dipindahkan ke refrigeran.
•. Superheated gas bertekanan tinggi lewat dari kompresor menuju kondenser. Bagian awal proses refrigerasi (3-3a) menurunkan panas superheated gas sebelum gas ini dikembalikan menjadi bentuk cairan (3a-3b). Refrigerasi untuk proses ini biasanya dicapai dengan menggunakan udara atau air. Penurunan suhu lebih lanjut terjadi pada pekerjaan pipa dan penerima cairan (3b – 4), sehingga cairan refrigeran didinginkan ke tingkat lebih rendah ketika cairan ini menuju alat ekspansi.
• Cairan yang sudah didinginkan dan bertekanan tinggi melintas melalui peralatan ekspansi, yang mana akan mengurangi tekanan dan mengendalikan aliran menuju

Kondenser harus mampu membuang panas gabungan yang masuk evaporator dan kondenser. Dengan kata lain: (1 – 2) + (2 – 3) harus sama dengan (3 – 4). Melalui alat ekspansi tidak terdapat panas yang hilang maupun yang diperoleh.
Sifat – sifat Refrigeran
Sifat – sifat refrigerant yang harus dipenuhi untuk kebutuhan mesin pendingin adalah :
•Tekanan penguapan harus cukup tinggi. Sebaiknya refrigeran memiliki temperatur pada tekanan yang lebih tinggi, sehingga dapat dihindari kemungkinan terjadinya vakum pada evaporator dan turunnya efisiensi volumetrik karena naiknya perbandingan kompresi.
• Tekanan pengembunan yang tidak terlampau tinggi. Apabila tekanan pengembunannya terlalu rendah, maka perbandingan kompresinya menjadi lebih rendah, sehingga penurunan prestasi kondensor dapat dihindarkan, selain itu dengan tekanan kerja yang lebih rendah, mesin dapat bekerja lebih aman karena kemungkinan terjadinya kebocoran, kerusakan, ledakan dan sebagainya menjadi lebih kecil.
•Kalor laten penguapan harus tinggi. Refrigeran yang mempunyai kalor laten penguapan yang tinggi lebih menguntungkan karena untuk kapasitas refrigerasi yang sama, jumlah refrigeran yang bersirkulasi menjadi lebih kecil.
•Volume spesifik ( terutama dalam fasa gas ) yang cukup kecil. Refrigeran dengan kalor laten penguapan yang besar dan volume spesifik gas yang kecil ( berat jenis yang besar ) akan memungkinkan penggunaan kompresor dengan volume langkah torak yang lebih kecil. Dengan demikian untuk kapasitas refrigerasi yang sama ukuran unit refrigerasi yang bersangkutan menjadi lebih kecil. Namun, untuk unit pendingin air sentrifugal yang kecil lebih dikehendaki refrigeran dengan volume spesifik yang agak besar. Hal tersebut diperlukan untuk menaikkan jumlah gas yang bersirkulasi, sehingga dapat mencegah menurunnya efisiensi kompresor sentrifugal.
•Koefisien prestasi harus tinggi. Dari segi karakteristik thermodinamika dari refrigeran, koefisien prestasi merupakan parameter yang terpenting untuk menentukan biaya operasi.
•Konduktivitas termal yang tinggi. Konduktivitas termal sangat penting untuk menentukan karakteristik perpindahan kalor.
•Viskositas yang rendah dalam fasa cair maupun fasa gas. Dengan turunnya tahanan aliran refrigeran dalam pipa, kerugian tekanannya akan berkurang.
•Konstanta dielektrika dari refrigeran yang kecil, tahanan listrik yang besar, serta tidak menyebabkan korosi pada material isolator listrik. Sifat-sifat tersebut dibawah ini sangat penting, terutama untuk refrigeran yang akan dipergunakan pada kompresor hermetik.
•Refrigeran hendaknya stabil dan tidak bereaksi dengan material yang dipakai, jadi juga tidak menyebabkan korosi.
•Refrigeran tidak boleh beracun dan berbau merangsang.
•Refrigeran tidak boleh mudah terbakar dan mudah meledak.
Jenis-jenis refrigeran yang digunakan dalam sistim kompresi uap
Terdapat berbagai jenis refrigeran yang digunakan dalam sistim kompresi uap. Suhu refrigerasi yang dibutuhkan sangat menentukan dalam pemilihan fluida. Refrigeran yang umum digunakan adalah yang termasuk kedalam keluarga chlorinated fluorocarbons (CFCs, disebut juga Freons): R-11, R-12, R-21, R-22 dan R-502.


Pemilihan refrigeran dan suhu pendingin dan beban yang diperlukan menentukan pemilihan kompresor, juga perancangan kondenser, evaporator, dan alat pembantu lainnya. Faktor tambahan seperti kemudahan dalam perawatan, persyaratan fisik ruang dan ketersediaan utilitas untuk peralatan pembantu (air, daya, dll.) juga mempengaruhi pemilihan komponen.

Senin, 28 Februari 2011

PERMENDIKNAS TENTANG SNP 

 
1. Permen No. 22 Tahun 2006 : Tentang Standar Isi (SI) 
2. Permen No. 23 Tahun 2006: Tentang SKL 
3. Permen No. 24 Tahun 2006 : Tentang Pelaksanaan SI & SKL 
Photo4. Permen No. 12 Tahun 2007 : Tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah 
5. Permen No. 13 Tahun 2007 : Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah 
6. Permen No. 6 Tahun 2007 : Tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 7. 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. 
8. Permen No. 16 Tahun 2007 : Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru 
9. Permen No. 17 Tahun 2007 : Tentang UN Pendidikan Kesetaraan Tahun 2007 
10. Permen No. 18 Tahun 2007 : Tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan 
11. Permen No. 19 Tahun 2007 : Standar Pengelolaan Pendidikan 
12. Permen No. 27 Tahun 2007 : Tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran Yang Memenuhi Syarat Kelayakan Untuk Digunakan Dalam Proses Pembelajaran 
13. Permen No. 20 Tahun 2007 : Tentang Standar Penilaian Pendidikan 
14. Permen No. 22 Tahun 2007 : Tentang Penetapan Buku Teks Pelajaran Yang Memenuhi Syarat Kelayakan Untuk Digunakan Dalam Proses Pembelajaran 
15. Permen No. 24 Tahun 2007 : Tentang Standar Sarana & Prasarana Pendidikan

Rabu, 13 Oktober 2010

Pembelajaran Awal tentan KKM







Study Wisata Jakarta 2009


Kamis, 22 Juli 2010


TINGKAT 1
1.Gambar Teknik I
2Teknik Digital
3.Pekerjaan Mekanik Refrigerasi
4.Pengoperasian Sistem Refrigerasi
5.Pemasangan Instalasi Dasar Listrik
6.Peralatan dan Bahan Refrigerasi

TINGKAT 2
1.Gambar Teknik II
2.Pemograman
3.Perakitan Sistem Refrigerasi
4.Pengaturan Sistem Refrigerasi
5.Perencanaan Sistem Ducting
6.Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem Refrigerasi

TINGKAT 3
1.Perencanaan Cold Storage
2.Micro Controller
3.Kelistrikan Sistem Tata Udara
4.Perakitan Sistem Tata Udara
5.Pengaturan Sistem Tata udara
6.Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem Tata Udara

TINGKAT 4
1.Menggambar Merencana Sistem Refrigerasi
2.Perencanaan Sistem Refrigerasi
3.Perencanaan Sistem Tata Udara
4.Perencanaan Kelistrikan Motor 3 Phasa
5.Pemeliharaan & Perbaikan Sistem Tata Udara
6.Praktek Kerja Industri

Mengoperasikan dan melayani Pabrik Es Komersial, Cold Storage untuk sayuran, Cold Storage untuk daging, ikan dan udang, Cold Storage untuk Transportasi Darat dan untuk Transportasi Laut
Merawat dan memperbaiki peralatan Udara Ventilasi, Kompresor Mesin Pendingin, Alat Penukar Kalor, Mesin Listrik Teknik Pendingin, Mesin Pabrik Es, Cold Storage untuk berbagai keperluan, Tata Udara Industri, dan Mesin Pendingin Mobil Pribadi
Membangun Pabrik Es, Cold Storage untuk berbagai keperluan, Ruang retail, Tata Udara Central, dan Tata Udara ruang Bersih
Memasang Mesin Tata Udara Domestik, dan Mesin Tata Udara Mobil
Merencana Instalasi pemipaan Refrijeran Primer dan sekunder, instalasi lorong udara, Pabrik Es Komersial, Cold Storage, ruang Retail, Tata Udara industri, Tata Udara Central, dan Ruang Bersih (clean room)

Kamis, 18 Februari 2010

Permasalahan dan Pemecahanya.
bagaimana mengatasi masalah – masalah yang biasa kita jumpai di mesin pendingin AC anda ?
1. AC mati semua unit tidak berfungsi sama sekali.
Permasalahan dan penyelesaianya
Periksa terminal yang menguhubungkan dengan listrik PLN. Hal ini terjadi biasanya terjadi karena tidak ada arus.
1. Unit beroperasi tapi tidak dingin
Permasalahan dan penyelesaianya
Periksa kompresor, ada kemungkinan kompresor macet atau bisa saja dari kontaktor, capasitor ataupun bimetal yang mengatur kerja kompresor.
1. Terjadi bunga es pada Evaporator
Permasalahan dan penyelesaianya
Hal ini baiasanya terjadi karena banyak hal antara lain :
•Evaporator kotor, pemecahanya bersihkan dari kotoran dan lumut – lumut
•Saringan Buntu Atau Kotor, pemecahan permasalahanya adalah bersihkan dengan air bertekanan sampai tidak ada lagi kotoran yang menempel
•Kurang Freon, biasanya hal ini terjadi karena terjadi kebocoran saat instalasi.
Pemecahanya :
Cari dengan menggunakan air sabun dengan jalan mengusap atau pada bagian – bagian yang rawan bocor, misalkan sambungan. Jika terjadi gelembung – gelembung sabaun maka disitu lah summer masalahnya. Maka kencangkan kembali sambungan tersebut atau kalau perlu sambung ulang kemba

Apabila Air Conditioning (AC) ingin bekerja optimal sehingga kualitas kesejukannya maksimal. Pastikan seluruh komponen AC selalu dalam perawatan. AC yang bersih menjadikan seluruh sistem kerjanya berjalan lancar. Tak ada lagi hambatan sirkulasi udara. Kerja komponen AC, seperti kompresor, tak lagi berat. AC pun bisa bertahan lama. Maka perawatan berkala wajib dilakukan
Cara merawat Outdoor Unit
Ada dua proses pembersihan AC, yaitu “Kecil” dilakukan untuk unit bagian dalam (indoor), misalnya filter dan penutup AC, dan yang “Besar” mencakup komponen Indoor (evaporator-nya) dan bagian luar (outdoor). Pembersihan kecil bisa dilakukan sesering mungkin, misalnya dua minggu. Pembersihan besar cukup dilakukan tiga bulan sekali.
Alat dan Bahan yang diperlukan untuk melakukan perawatan:
a.Alumunium cleaner (Applied)
b. Kuas
c. Obeng Kembang
d. Tang kombinasi
e. Selotip
f. Plastik
g. selang air
h. Ember
i. Kain lap
j. Sprayer
Langkah-langkah Pengerjaan:
1. Buka penutup dengan melepas setiap baut pengunci. Lalu siapkan cairan pembersih alumunium dan campur dengan air, perbandingan 1:1.
2. Oleskan cairan pembersih menggunakan kuas, mengikuti arah kisi-kisi alumunium. Kemudian tunggu lima menit sampai terlihat debu-debunya terangkat.
3. Siram elemen tersebut dengan air bertekanan. Keringkan sebelum dipasang.
Cara merawat AC (Indoor unit )
Cara merawat AC (Indoor unit )
Apabila Air Conditioning (AC) ingin bekerja optimal sehingga kualitas kesejukannya maksimal. Pastikan seluruh komponen AC selalu dalam perawatan. AC yang bersih menjadikan seluruh sistem kerjanya berjalan lancar. Tak ada lagi hambatan sirkulasi udara. Kerja komponen AC, seperti kompresor, tak lagi berat. AC pun bisa bertahan lama. Maka perawatan berkala wajib dilakukan. Ada dua proses pembersihan AC, yaitu “Kecil” dilakukan untuk unit bagian dalam (indoor), misalnya filter dan penutup AC, dan yang “Besar” mencakup komponen Indoor (evaporator-nya) dan bagian luar (outdoor). Pembersihan kecil bisa dilakukan sesering mungkin, misalnya dua minggu. Pembersihan besar cukup dilakukan tiga bulan sekali.
Alat dan Bahan yang diperlukan untuk melakukan perawatan:
a. Alumunium cleaner (Applied)
b. Kuas
c. Obeng Kembang
d. Tang kombinasi
e. Selotip
f. Plastik
g. selang air
h. Ember
i. Kain lap
j. Sprayer.
Langkah-langkah Pengerjaan
1. Buka seluruh penutup Indoor unit, dengan cara melepaskan baut penutup, menekan pengancing, lantas menarik penutupnya.
2. siapkan plastik pelindung untuk melapisi bagian sisi unit. Lapisan ini untuk melindungi panel kontrol AC dan tidak mengotori dinding.
3. Siapkan cairan pembersih elemen alumunium AC. Campurkan dengan air-perbandingan air Applied 1:1. Oleskan cairan dengan kuas searah elemen kisi-kisi evaporator
4. Biarkan lima menit agar cairan bekerja maksimal sewaktu mengangkat debu karat, Semprot dengan air tekanan, Caranya dengan menutup sebagian ujung selang dengan ibu jari atau menggunakan sprayer sampai tak terlihat busa.
5. Untuk bagian blower tersiram air, semprot air sambil memutar-metarnya dengan jari agar semua bagian blower tersiram bersih. lalu lubang pembuangan dibersihkan dengan pipet yang di tiup-tiup.
6. Keringkan unit indoor sebelum dipasang kembali.
Pemeriksaan dan Perawatan Rutin
Berikut ini penulis berikan cara pemeriksaan :
Bagian indoor unit
1. Kontrol dan bersihakn saringan udara apabila saringan tersebut kotor penuh debu ataupun lumut
2. Pemeriksaan kedudukan terhadap dinding, jangan sampai kendor ataupun miring, jika miring ada resiko kebocoran karena air tidak mengalir ke saluran pembuangan.
3. Perksa terminal rangkaian, biasanya apabila terlalu lama menyala ACnya terminal akan panas dan meleleh sangat beresiko terjadinya hubungan arus pendek
Bagian Outdoor unit
1. Periksa Hight preasure dan Low Preasure, jika tekanan semakin hari semakin berkurang ada kemungkinan terjadi kebocoran pada instalasi pipa.
2. Periksa arus, sesuaikan dengan standarnya.
3. Periksa kisi –kisi, usahakan jangan sampai penuh dengan debu atau kotoran

Siklus refrigerasi kompresi mengambil keuntungan dari kenyataan bahwa fluida yang bertekanan tinggi pada suhu tertentu cenderung menjadi lebih dingin jika dibiarkan mengembang. Jika perubahan tekanan cukup tinggi, maka gas yang ditekan akan menjadi lebih panas daripada sumber dingin diluar (contoh udara diluar) dan gas yang mengembang akan menjadi lebih dingin daripada suhu dingin yang dikehendaki. Dalam kasus ini, fluida digunakan untuk mendinginkan lingkungan bersuhu rendah dan membuang panas ke lingkungan yang bersuhu tinggi.
Siklus refrigerasi kompresi uap memiliki dua keuntungan. Pertama, sejumlah besar energi panas diperlukan untuk merubah cairan menjadi uap, dan oleh karena itu banyak panas yang dapat dibuang dari ruang yang disejukkan. Kedua, sifat-sifat isothermal penguapan membolehkan pengambilan panas tanpa menaikan suhu fluida kerja ke suhu berapapun didinginkan. Hal ini berarti bahwa laju perpindahan panas menjadi tinggi, sebab semakin dekat suhu fluida kerja mendekati suhu sekitarnya akan semakin rendah laju perpindahan panasnya.
•. Cairan refrigeran dalam evaporator menyerap panas dari sekitarnya, biasanya udara, air atau cairan proses lain. Selama proses ini cairan merubah bentuknya dari cair menjadi gas, dan pada keluaran evaporator gas ini diberi pemanasan berlebih/ superheated gas.
•. Uap yang diberi panas berlebih masuk menuju kompresor dimana tekanannya dinaikkan. Suhu juga akan meningkat, sebab bagian energi yang menuju proses kompresi dipindahkan ke refrigeran.
•. Superheated gas bertekanan tinggi lewat dari kompresor menuju kondenser. Bagian awal proses refrigerasi (3-3a) menurunkan panas superheated gas sebelum gas ini dikembalikan menjadi bentuk cairan (3a-3b). Refrigerasi untuk proses ini biasanya dicapai dengan menggunakan udara atau air. Penurunan suhu lebih lanjut terjadi pada pekerjaan pipa dan penerima cairan (3b – 4), sehingga cairan refrigeran didinginkan ke tingkat lebih rendah ketika cairan ini menuju alat ekspansi.
• Cairan yang sudah didinginkan dan bertekanan tinggi melintas melalui peralatan ekspansi, yang mana akan mengurangi tekanan dan mengendalikan aliran menuju

Kondenser harus mampu membuang panas gabungan yang masuk evaporator dan kondenser. Dengan kata lain: (1 – 2) + (2 – 3) harus sama dengan (3 – 4). Melalui alat ekspansi tidak terdapat panas yang hilang maupun yang diperoleh.
Sifat – sifat Refrigeran
Sifat – sifat refrigerant yang harus dipenuhi untuk kebutuhan mesin pendingin adalah :
•Tekanan penguapan harus cukup tinggi. Sebaiknya refrigeran memiliki temperatur pada tekanan yang lebih tinggi, sehingga dapat dihindari kemungkinan terjadinya vakum pada evaporator dan turunnya efisiensi volumetrik karena naiknya perbandingan kompresi.
• Tekanan pengembunan yang tidak terlampau tinggi. Apabila tekanan pengembunannya terlalu rendah, maka perbandingan kompresinya menjadi lebih rendah, sehingga penurunan prestasi kondensor dapat dihindarkan, selain itu dengan tekanan kerja yang lebih rendah, mesin dapat bekerja lebih aman karena kemungkinan terjadinya kebocoran, kerusakan, ledakan dan sebagainya menjadi lebih kecil.
•Kalor laten penguapan harus tinggi. Refrigeran yang mempunyai kalor laten penguapan yang tinggi lebih menguntungkan karena untuk kapasitas refrigerasi yang sama, jumlah refrigeran yang bersirkulasi menjadi lebih kecil.
•Volume spesifik ( terutama dalam fasa gas ) yang cukup kecil. Refrigeran dengan kalor laten penguapan yang besar dan volume spesifik gas yang kecil ( berat jenis yang besar ) akan memungkinkan penggunaan kompresor dengan volume langkah torak yang lebih kecil. Dengan demikian untuk kapasitas refrigerasi yang sama ukuran unit refrigerasi yang bersangkutan menjadi lebih kecil. Namun, untuk unit pendingin air sentrifugal yang kecil lebih dikehendaki refrigeran dengan volume spesifik yang agak besar. Hal tersebut diperlukan untuk menaikkan jumlah gas yang bersirkulasi, sehingga dapat mencegah menurunnya efisiensi kompresor sentrifugal.
•Koefisien prestasi harus tinggi. Dari segi karakteristik thermodinamika dari refrigeran, koefisien prestasi merupakan parameter yang terpenting untuk menentukan biaya operasi.
•Konduktivitas termal yang tinggi. Konduktivitas termal sangat penting untuk menentukan karakteristik perpindahan kalor.
•Viskositas yang rendah dalam fasa cair maupun fasa gas. Dengan turunnya tahanan aliran refrigeran dalam pipa, kerugian tekanannya akan berkurang.
•Konstanta dielektrika dari refrigeran yang kecil, tahanan listrik yang besar, serta tidak menyebabkan korosi pada material isolator listrik. Sifat-sifat tersebut dibawah ini sangat penting, terutama untuk refrigeran yang akan dipergunakan pada kompresor hermetik.
•Refrigeran hendaknya stabil dan tidak bereaksi dengan material yang dipakai, jadi juga tidak menyebabkan korosi.
•Refrigeran tidak boleh beracun dan berbau merangsang.
•Refrigeran tidak boleh mudah terbakar dan mudah meledak.
Jenis-jenis refrigeran yang digunakan dalam sistim kompresi uap
Terdapat berbagai jenis refrigeran yang digunakan dalam sistim kompresi uap. Suhu refrigerasi yang dibutuhkan sangat menentukan dalam pemilihan fluida. Refrigeran yang umum digunakan adalah yang termasuk kedalam keluarga chlorinated fluorocarbons (CFCs, disebut juga Freons): R-11, R-12, R-21, R-22 dan R-502.


Pemilihan refrigeran dan suhu pendingin dan beban yang diperlukan menentukan pemilihan kompresor, juga perancangan kondenser, evaporator, dan alat pembantu lainnya. Faktor tambahan seperti kemudahan dalam perawatan, persyaratan fisik ruang dan ketersediaan utilitas untuk peralatan pembantu (air, daya, dll.) juga mempengaruhi pemilihan komponen.