. Kompresor
Ada beberapa jenis kompresor menurut prinsip kerjanya, diantaranya:
1. Kompresor Torak.
Pada kompresor jenis ini, refrigerant ditekan dan dihisap oleh piston yang bergerak naik turun atau maju mundur melalui katup tekan dan katup isap. Refrigerant cair setelah melalui katup ekspansi/pipa kapiler akan menguap di evaporator dan di isap oleh kompresor melalui katup isap kemudian ditekan melalui katup tekan.
Kompresor torak banyak digunakan pada hampir semua jenis pemakaian sistem Refrijerasi. Berukuran dari 1/8 HP, yang banyak digunakan pada unit perumahan hingga 100 HP ataua lebih untuk pemakaian instalasi industri besar. Jumlah silinder berkisar antara 1 hingga 16 silinder.
2. Kompresor Rotari.
Ada dua jenis kompresor rotari yang umum digunakan, yaitu :
1. Daun Pisau Tetap (Stationary Blade atau Roller Type).
Pada kompresor rotary type ini terdiri dari : Roller sebuah besi baja berbentuk silinder yng berputar pada ujung poros rotor yang tidak sepusat (eksentrik). Kedua roller dan ujung poros berputar dalam rumah yang berbentuk silinder yang selanjutnya disebut silinder. Oleh karena ujung poros yang tidak sepusat, maka roller juga berputar tidak sepusat dan menyinggung bagian dalam dinding silinder pada satu garis. Jika poros berputar, maka roller pun akan ikut berputar pada bagian dalam dari silinder tersebut. Sebuah pisau yang ditekan oleh pegas dari belakang melalui alur pada silinder selalu menekan roller pada satu garis. Daun pisau bergerak maju mundur pada alur dari silinder mengikuti roller selama roller berputar pada bagian dalam silinder.
Saluran hisap tidak memiliki katup hisap, tetapi memiliki saringan yang berfungsi untuk menyaring kotoran agar tidak masuk kedalam silinder. Saluran tekan mempunyai katup tekan (discharge Valve) untuk menghindarkan gas tekanan tinggi pada waktu kompresor berhenti agar tidak mengalir kembali ke dalam silinder. Pada waktu roller menutup lubang saluran hisap dan tekan pada saat yang bersamaan, maka di dalam silinder hanya ada satu ruang tekanan rendah saja.
2. Daun Pisau Berputar (Rotary Blade atau Vane Type).
Terdiri dari satu silinder yang di dalamnya terdapat roller yang dilengkapi dengan 2 atau 4 buah daun pisau (blade/vane). Ujung poros yang tidak sepusat dapat memutar roller di dalam silinder dengan satu sisi roller selalu menyinggung dinding silinder bagian dalam. Jarak dari roller dan silinder hanya dipisahkan oleh lapisan minyak yang sangat tipis. Pisau-pisau bergerak maju dan mundur pada alurnya.
Pada waktu poros berputar, ujung pisau selalu menempel pada dinding silinder bagian dalam, ujung pisau dapat menempel pada dinding silinder karena dorongan gaya sentrifugal dari poros yang sedang berputar. Ada juga yang diberi pegas di bagian belakang pisau agar dapat menekan lebih kuat dan rapat.
Gas masuk melalui saluran hisap dan dimampatkan oleh pisau-pisau yang berputar lalu mendorongnya keluar melalui saluran tekan. Kompresor ini mempunyai sebuah katup tekan pada saluran tekan, untuk menghindarkan gas tekanan tinggi mengalir kembali ke kompresor pada waktu kompresor sedang berhenti.
Keuntungan kompresor rotari :
1. Pemakaian energi lebih hemat;
2. Bentuknya kompak, kecil dan sederhana;
3. Tekanannya rata, suaranya tenang;
4. Getarannya kecil.
Kerugian kompresor rotari :
1. Jika terjadi kerusakan, sukar diperbaiki;
2. Pembuatanya lebih sukar;
3. Harganya lebih mahal.
3. Kompresor sentrifugal.
Kompresor sentrifugal banyak dipakai pada instalasi Air Conditioning yang berkapasitas besar. Kompresor sentrifugal adalah kompresor putaran tinggi dengan volume yang besar tetapi tekananya rendah. Kompresor ini terdiri dari roda impeller yang menjadi satu dengan poros yang semuanya ada di dalam rumah besi.
Prinsip kerja kompresor sentrifugal adalah sama dengan fan atau pompa sentrifugal. Gas tekanan rendah dan kecepatan rendah dari saluran hisap mengalir melalui poros roda impeller. Pada waktu melalui roda impeller gas di dorong tegak lurus keluar antara daun impeller dan tenaga sentrifugal yang timbul dari roda yang berputar, dan dari ujung daun ke rumah kompresor dengan kecepatan yang tinggi dan suhu serta tekanan yang tinggi pula.
Gas dengan tekanan dan kecepatan tinggi dialirkan dari rumah kompresor ke saluran gas yang mengurangi kecepatanya dan disalurkan pada tingkat kedua atau jika ini tingkat terakhir dari kompresor, gas dialirkan keruangan pengumpul dari mana gas melalui saluran tekan mengalir ke kondensor.
Dilihat dari letak motor penggeraknya, kompresor dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu :
1. Kompresor hermetik.
Adalah kompresor dimana motor penggerak kompresornya berada dalam satu tempat atau rumah yang tertutup, bersatu dengan kompresor. Motor penggerak langsung memutarkan poros kompresor, sehingga jumlah putaran kompresor sama dengan jumlah putaran motornya.
Kompresor hermetik dapat terdiri dari kompresor torak atau kompresor rotari.





Gbr. Kompresor Hermetic
Keuntungan kompresor hermetik :
a. Tidak memakai sil pada porosnya, sehingga jarang terjadi kebocoran bahan Refrijerasi;
b. Bentuknya kecil, kompak dan harganya lebih murah;
c. Tidak memakai tenaga penggerak dari luar, suaranya lebih tenang, getaranya kecil.
Kerugian kompresor hermetik :
a. Bagian yang rusak di dalam rumah kompresor tidak dapat diperbaiki sebelum rumah kompresor dipotong;
b. Minyak pelumas di dalam kompresor hermetic susah diperiksa.
2. Kompresor semi hermetik.
Adalah kompresor dimana motor serta kompresornya berada di dalam satu tempat atau rumah, akan tetapi motor penggeraknya terpisah dari kompresor. Kompresor digerakan oleh motor penggerak melalui sebuah poros penggerak. Kompresor ini sering pula disebut kompresor jenis baut atau “Bolted type Hermetic”.






Gbr. Kompresor semi hermetic

3. Kompresor open type.
Adalah kompresor dimana motor penggeraknya terpisah dengan kompresor. Kompresor digerakan oleh motor penggerak melalui hubungan sabuk/tali kipas. Kompresor jenis ini pada umumnya lebih banyak digunakan pada unit-unit yang besar kapasitasnya serta pemeliharaan yang lebih mudah dan sederhana. Kompresor jenis ini bisa memakai motor bensin dan motor diesel sebagai tenaga penggeraknya.
Keuntungan kompresor open type :
a. Jika pada motornya rusak, kita dapat memperbaiki motornya saja tanpa mengganggu kompresor dan bahan refrijerasipada sistem;
b. Dengan mengubah diameter puli pada motor atau kompresor, kita sudah dapat mengubah dan mengatur jumlah putaran kompresor;
c. Minyak pelumas di dalam kompresor mudah diperiksa melalui gelas pemeriksa;
d. Pada daerah yang tidak ada listrik, kompresor open unit dapat dijalankan dengan tenaga penggerak diesel atau motor bensin.
Kerugian kompresor open type :
a. Bentuknya lebih besar, lebih berat;
b. Harganya mahal;
c. Sil dari kompresor pada poros engkol sering rusak, sehingga minyak pelumas dan bahan refrijerasibocor.